Pujian merupakan Ujian

Kawan…Sering kita mendapati seseorang memberikan pujian kepada kita baik atas fisik, penampilan maupun kemampuan kita. Tapi apakah kita sadar, bahwa semua itu adalah Ujian.

Dari pujian tersebut kadang kita merasa takjub akan diri sendiri, merasa hebat, sombong sehingga lupa akan siapa yang menciptakan kita seperti itu. serta tidak mengetahui bahwa Ujian yang diberikan Allah dapat berupa kebaikan maupun keburukan.

ﻭَﻧَﺒْﻠُﻮﻛُﻢ ﺑِﺎﻟﺸَّﺮِّ ﻭَﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻓِﺘْﻨَﺔً ﻭَﺇِﻟَﻴْﻨَﺎ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ

“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan” (QS. Al-Anbiya’: 35).

Dari itu kawan…ketahulah bahwa Ujian bukan hanya keburukan saja, akan tetapi kebaikan pun bisa jadi Ujian. karena setiap nikmat (kebaikan) yang tidak mendekatkan kepada Allah musibah (ujian).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ﺛَﻠَﺎﺙٌ ﻣُﻬْﻠِﻜَﺎﺕٌ : ﺷُﺢٌّ ﻣُﻄَﺎﻉٌ ﻭَﻫَﻮًﻯ ﻣُﺘَّﺒَﻊٌ ﻭَﺇِﻋْﺠَﺎﺏُ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﺑِﻨَﻔْﺴِﻪِ

“Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan) dan (3) ujub (takjub pada diri sendiri).”

Makanya Kawan…Kita lebih butuh doa daripada pujian, karena pujian dapat menipu diri kita. Jangan terperdaya dengan Pujian, kembalikanlah apa yang kita miliki, apa yang kita punya kepada Dzat maha segalanya Allah SWT.

1

Iklan
Dipublikasi di KBM

Penerimaan Santri Baru 2018/2019

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ
Alhamdulillah, atas berkat rahmat Allah SWT pada tahun ini kami segenap pengurus Yayasan Pondok Pesantren Azkiya Al Islami kembali membuka Pendaftaran Santri baru untuk tahun pelajaran 2018/2019.
Adapun Program unggulan kami :
✔️Pendidikan Umum/Madrasah Aliyah berbasis keterampilan
✔️Pendidikan Takhosus/Kepesantrenan
✔️Keterampian Bahasa Asing (Arab, Inggris, Jepang)
✔️Kajian Kitab Kuning
✔️Qiroat + Tajwid
✔️Kaligrafi
✔️Elektronika
Untuk info biaya dan pendaftaran bisa langsung akses Sekretariat Pendaftaran di :
➡️Kp. Bumiasih Rt 06/12 Ds. Bumiwangi Kec. Ciparay Kab. Bandung
➡️Email : azkiyapondokmodern@gmail.com
➡️Web. http://www.azkiya.com
➡️Telp : 022 – 85961112
➡️Hp/Wa : 0813 9493 8835 / 0857 9301 2682 (Surya)

brosur 18 - self

Dipublikasi di KBM

Teman Bergaul, Cerminan Diri

Sangat mudah melihat cerminan diri kita, cukup dengan melihat dengan siapa kita sering bergaul.

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101)
——————————————-
Maka dengan siapapun kita bergaul pastilah bergaul dengan orang yang mampu mengingatkan disaat salah dan bersama di jalan yg Allah ridhoi.

IMG20180211060532 - up4IMG20180211060634 - up3

Bekerja Samalah !!!

➡️MAKA BEKERJASAMA LAH !!!

حدثنا خلاد بن يحيى قال حدثنا سفيان عن أبي بردة بن عبدا الله بن أبي بردة عن جده عن أبي موسى عن انبي صلى الله عليه و سلم قال إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا وَشبك أصابعه – بخاري

 
Artinya:“Nabi saw bersabda: sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain seperti bangunan. Yang sebagian menguatkan sebagian yang lain. Dan Nabi menggabungkan jari-jari tangannya”. (Bukhari)
 
🔊Ketika seorang hamba Allah mampu menjadikan saudaranya sebagai teman dalam lelahnya maka sungguh dia telah membangun sebuah tiang kuat yang akan menopang segala pekerjaannya, begitu pula seterusnya dengan lainnya semakin banyak maka tiangnya semaikin kuat pula.
 
🔈Adapun jika salah seorang diantaranya bercerai, maka melemahlah kekuatannya, seperti perumpamaan :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى.

✔️Artinya:”Perumpamaan kaum mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, bagaikan satu badan/ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam”
IMG20171226095706-up6
 
‼️Maka sudah selayaknya kita sebagai hamba lemah untuk senantiasa bekerjasama dalam hal apapun, sejatinya kita memiliki ukhuwah islamiyah yang kuat.
Dipublikasi di KBM