Syarat dan Rukun Khutbah Jum’at

 

Assalamualaikum  Wr.Wb

khutbah jumat sebagai salah satu hal yang difardhukan dalam shalat jumat, Shalat Jum’at merupakan hal yang tidak boleh dianggap remeh, karena muatan wajibnya sangatlah berbeda dengan orasi maupun pidato umum di depan publik ada syarat / rukun yang harus dilaksanakan. tapi sebaliknya hal tersebut
sering tidak diketahui oleh banyak orang, bahkan hingga sering terjadi di beberapa tempat orang yang berkhutbah Jum’at tapi tidak melaksanakan syarat – syarat yang  diperintahkan dalam Khutbah Jum’at.

 berangkat dari hal tersebut saya sedikit akan membahas mengenai rukun / Syarat khutbah Jum”at

 A. Syarat – Syarat  Khutbah Jum’at

 1. semua Rukun dalam Khutbah Jum’at baik di bagian pertama maupun kedua harus dalam bahasa arab ,tetapi kita di Indonesia,ini dimaksudkan untuk memberikan nasehat secara umum dan khusus.

2. kedua khutbah tadi harus diaksanakan pada waktu shalat dzuhur,karena ada hadis yang meriwayatkan hal tersebut.

3.khatib harus dalam keadaan suci baik hadas kecil maupun besar baik yang terdapat pada badan maupun pada pakaian.

4. dilakukan berdiri bagi khatib yang mampu.

5. diantara dua khutbah,khatib harus duduk sebentar , sedangkan bagi khatib yang tidak mampu berdiri dapat memberikan isyarat dengan diam ,di mana pada waktu itu dianjurkan untuk para jemaah agar berdo’a Kepada Allah SWT dan Memohon hajatnya.

B. Rukun Khutbah Jum’at

1. Memuji kepada Allah SWT ,seperti yang disebutkan Dalam Shahih Muslim :

“pada hari jum’at ,Rasullullah SAW berkhutbah dengan memuji nama Allah SWT dan memberikan sanjungn kepadanya.

2.Membaca  Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW . Karena segala sesuatu yang berkaitan dengan nama Allah biasanya selalu disertai penyebutan nama Rasulullah SAW . Hal ini dijanjikan juga oleh Allah Swt dalam peristiwa Isra Mi’raj

3. memberikan wasiat taqwa : “yaa ayyuhannas…ittaqullah…ittaqullaha haqqo tuqootihi wala tamuutunna illa wa antum muslimum.seperti yang disebutkan dalam shahih muslim : Rasullullah berkata “barang siapa yang diberikan petunjuk kepada Allah  Maka tiadak ada yang bisa menyesatkannya,dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah SWT maka tidak ada yang dapat menunjukannya,sebaik baik perkataan adalah kitab Allah (Al-qur’an ) dan sebaik -baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW sejelek-jelek perkara adalah hal yang baru,dan bid’ah adalah sesat.

4.membaca satu atau beberapa ayat Al-qur’an dalam Khutbah pertama,meskipun pada dasarnya yang dijadikan rukun boleh membca ayat tersebut pada khutbah kedua.

5.mendoakan kepada kaum Muslimin seluruhnya dan do’a untuk kepentingan akhirat dalam khutbah yang kedua dimulai dengan kalimat Allahumagfir Lilmuslimana walmuslimat, walmu’minina walmu’minat………..dan seterusnya

 Mudah-mudahan pembahasan di atas dapat memberikan manfaat bagi kita semua,khusunya untuk saya pribadi.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

 (Penulis: Alumni Pondok Modern Gontor Jurusan Teologi, Kepala Pengasuhan Santri Pondok Modern Azkiya)