Percakapan Bahasa Arab (2)

Ust. Rahmat Afandi, STHI

Oleh Ust. Rahmat Affandi, STHI


fis-syaari’ : di  jalan
al-hiwaaru : dialog
Munir : min fadhlik , ainal masjidu|?
permisi , masjid di mana?
Rahmat : al masjidu baidun min huna,taqdiru an tarkaba al-haafilata

mesjid sangat jauh dari sini , anda bisa menggunakan bus

Ket : di dalam bahasa arab kata benda yang menggunakan alif lam maka jika ingin dijadikan kalimat ,maka kata benda tersebut tidak bisa berhenti sendiri

contoh :

al masjidu  : masjid itu

maka jika membuat kalimat dengan ( al masjidu ) saja tidak cukup karena alif lam di sana mengisyaratkan bahwa kata benda tersebut membutuhkan keterangan lebih lanjut

Contoh yang benar : al-masjidu kabiirun : mesjid itu besar .

catatan : kata benda yang menggunakan alif lam membutuhkan keterangan selanjutnya.

kemudian dalam kata ” taqdiru an tarkaba al haafilata ” : kalimat di sini terdiri dari  subyek ,kata kerja dan objek

subjeknya adalah anta : anda ,namun karena disambung dengan kata kerja dalam (taqdiru dan tarkaba ) yang sebetulnya bisa diuraikan menjadi ” anta taqdiru atau anta tarkabu ” namun di sini dilihat bahwa kalimat taqdiru dan tarkabu adalah kata kerja di dalam bahasa arab jika ada dua kata kerja berdampingan maka diantara dua kata kerja tersebut harus diapit dengan kata sambung “AN ”

misalnya dalam kalimat di atas ,tetapi kata kerja yang kedua kedudukan harakatnya harus berubah menjadi fathah.misalnya dalam kalimat di atas : taqdiru ( tanpa kata sambung “AN ” ) tarkabu al haafilata.

jika dilihat kalimatnya tanpa “AN” kata kerja tarkabu ( naik ) masih berharakat “dommah” sedangkan dalam kalimat percakapan “tarkaba ” berharakat fathah.ini disebabkan karena ada kata sambung “AN ” dan kata sambung tersebut berfungsi untuk memfathahkan kata kerja sedudah kata kerja sebelumnya.

sedang “AL-HAAFILATA ( BUS ) ” adalah objek semua objek dalam bahasa arab harus berharakat fathah,jika ada kata benda berharakat fathah maka bisa dipastikan bahwa sebelumnya didahului kata kerja contoh : ana asyrobul maa’a ( saya minum air ) ,air bahasa arabnya maa’un namun dalam contoh kalimat menjadi (maa’a) ii disebabkan karena didahului kata kerja . namun ada pengecualian kata benda yang tidak berubah harakatnya menjadi fathah di dalam bahasa arab yang disebut dengan mamnuu’n minassorf / mamnuu’n minat -tagyir ) atau dilarang berubah  .akan dibahas dalam bahasan selanjutnya

Rahmat : sir fii hadza syaari’ ilal maidani satajidu al -haafilata..
berjalanlah di jalan ini menuju lapangan kamu akan menemukan bus.

Munir : syukron
terima kasih
Rahmat : afwan
sama sama

Ket : sir : berjalan adalah kata perintah dari kata kerja ( saaro – yasiiru ) maka kata perintahnya menjadi sir

hadza : ini     adalah kata penunjuk

ila :  didalam bahasa arab disebut (harfu jar ) atau( huruf jar ) huruf  ini berfungsi untuk merubah kedudukan harakat kata benda menjadi kasroh seperti dalam kalimat di atas ( ilal maidani ) aslinya adalah maidaanun karena didahului huruf jar maka berubah menjadi ilal maidaani.

satajidu al-haafilata : sa artinya akan sedangkan tajidu menemukan alhafilata bus,keterangan sma dengan keterangan tarkabu alhaafilata dalam percakapan pertama

munir : min fadhlik,law samahtany attadzkirah.
permisi,tolong berikan saya karcis.
saaiq (supir ) : attadzkirah biasyrati dirham
karcisnya seharga 10 dirham
munir : tafaddal nazzilny ‘inda baabil masjidi
silahkan ambil ! turunkan di depan pintu masjid
saaiq : tayyib .
baiklah

Ket : samahtany : berasal dari kata ( samaha -yasmahu )  karena digunakan samaha maka subyek aku ditambahkan yaa menjadi samahtany

‘inda : sama dengan harfu jar dalam keterangan sebelumnya .

baabul masjidi : menarik untuk dibahas karena dua kata benda dalam satu kalimat  ,dalam bahasa arab ini disebut dengan mudhof mudof ilaihi, jika saya membuat kalimat : baabun : pintu apakah ini bisa disebut kalimat yang utuh  tentu saja tidak karena kita pasti bertanya ,pintu apa ?

maka perlu kata yang membantu kata sebelumnya misalnya masjidun : maka menjadi baabul masjidi , perlu diperhatikan bahwa kata benda kedua harus berharakat kasroh karena itulah mudofh mudofh ilaihi kata benda pertama mengkasrahkan kata benda kedua sehingga kalimat menjadi bisa dimengerti baabul masjidi ( pintu mesjid ) .

semoga bisa bermanfaat untuk kita semua khususnya untuk diri saya pribadi.

Gampangkan ……!!!!

Sampai berjumpa dibagian 3