Amal yang paling dicintai Allah (bagian pertama)

Oleh :Kyai Acep M. Zaenal Arif

Bismillahirrohmanirrohim

Generasi ke 4 Putara pertama dari KH Udung Abdul Rojaq

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahilladzi amarona bittaqwa, wanahna an-fahsya’a, asyhadu alla Ilaaha Ilallaah, wa asyhadu anna Muhammadarrosulullah, Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad, wa  ala alihi wasallam, amma ba’du,

 Ayuhal muslimunal qirom,

Para pembaca yang budiman, disini saya akan mencoba memetik hikmah dari sebuah Hadist Rosululloh SAW beliau bersabda tiga macam amal yang paling dicintai Alloh adalah

  1. Menjalankan Shalat pada waktunya
  2. Berbuat baik terhadap kedua orang tua
  3. Jihad Fi Sabilillah (berjuang / berkorban di jalan Allah)

Ayuhal muslimunal qirom,

Para pembaca yang budiman, disini saya akan menerangkan satu persatu dari hadist tersebut yaitu

  1. Menjalankan Shalat pada waktunya

Fawailull lill mushollinalladzina hum  sholaatihim shaahuna (QS : Al-Mauun 4-5), maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya

Wahai para pembaca yang budiman berapa lama bagi kita hidup di dunia ini kelak ketika ajal menjemput kita tidak bisa berbuat apa-apa hanya terkujur kaku.

Sementara dunia yang kita cari hanya tipuan belaka bagaikan sebuah Fatamorgana seolah ada tapi tak nyata.  Sebagaimana dalam firman Allah dalam Al – Qur’an

Wamal hayataddun-ya illa mata’ul gurur

Kehidupan/ Kesenangan kepuasan Dunia hanyalah tipuan belaka

Marilah tegakan Shalat dan jalankanlah tepat pada waktunya perintahkan lah keluargamu untuk menjalankan shalat dan bersabarlah sebagaimana dalam firman Allah

Wa’muru Ahlaka bissholaati Wastobir

Niscaya kita akan selamat dunia dan akhirat di dunia kita akan terhindar dari pebuatan dosa besar dan kemungkaran, di akhirat kita dapat rahmat dan magfirognya

Sekian dulu dari saya, apabila ada kesalahan saya mohon maaf

Insyaalloh dihalaman berikutnya saya akan sambung lagi

Wabillahi Taufik Wal Hidayah

Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Penulis: Alumnus Pondok Salafiah, Keresek Garut, Leuwi Goong dan Tasik,   Pimpinan Pondok Modern  Azkiya  Bidang Tradisi Kepasantrenan