Tausiyah : Terminologi Shaum

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

اَلْحَمْدُللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَتِمِ الْاَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ

اَشْهَدُ اَنْ لَّااِلٓهَ اِلَّا اللهُ وَاحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ اَلّٓلهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَمَّا بَعْدُ

Para pembaca yang budiman,Shoum berasal dari bahasa arab shoona yashuumu shouman yang berati menahan nafsu dari apa yang membatalkan puasa.Kata puasa  berasal dari bahasa Sangsekerta ( HINDU ) Yaitu asal kata ‘’ upa ‘’ dan ‘’ wasa ‘’ yang artinya menahan diri.Shoum rukun Islam yang ke empat yang wajib hukumnya bagi umat islam yang sudah baligh yang mampuh untuk melaksanakannya dan tidak dalam haid bagi kaum wanita, apa bila sedang dalam perjalanan atau sakit parah kemudian tidak bisa  melaksanakannya maka harus diganti dihari yang lain( kodho ) atau fidyah . Sedangkan Shoum bukan hanya sekedar menahan diri, tetapi juga mengendalikan hawa nafsu syahwat untuk tidak minum tidak makan sejak fajar sampai terbenamnya mata hari.Kalau Soum diartikan dengan puasa itu baru sampai pada tahap etimologis sekedar bahasa sedangkan  hukum Syar’i adalah terkait pada terminologinya,bukan pada etimologi jadi gunakanlah kata Shoum  bukan puasa.    Sebagaimana Firman Allah dalam surah Al-Baqoroh ayat   :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Jadi artinya yang di perintah melaksanakan Shoum oleh Allah SWT adalah orang yang telah beriman dan bukan kita saja umat sekarang tetapi orang orang tedahulu pun di perintah untuk melaksanakan puasa hanya saja metodenya yang berbeda di sesuaikan dengan zamannya,tetapi tujuannya sama yaitu untuk membentuk manusia yang Taqwa kepada Allah SWT.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

Ceramah : Kyai Acep M. Zaenal Arip (Pimpinan Pondok Pesantren Cigintung Azkiya Al Islami)