PERBANYAK SILATURAHMI

مَنِ اتَّقَى رَبَّهُ، وَوَصَلَ رَحِمَهُ، نُسّىءَ فِي أَجَلِه وَثَرَى مَالَهُ، وَأَحَبَّهُ أَهْلُهُ

Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 58, hasan)

IMG20200620234921

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi.” (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)

IMG20200620224624

قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنا الرَّحْمنُ، وَأَنا خَلَقْتُ الرَّحِمَ، وَاشْتَقَقْتُ لَهَا مِنِ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ، وَمَنْ قَطَعَهَا بتَتُّهُ

Allah ’azza wa jalla berfirman: Aku adalah Ar Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga haknya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus dirinya.” (HR. Ahmad 1/194, shahih lighoirihi).

IMG20200621060101

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِئِ ، وَلَكِنِ الْوَاصِلُ الَّذِى إِذَا قَطَعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا

Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari no. 5991)

IMG20200621055250

 

 

 

 

Dipublikasi di KBM

up1

DUA HAKIKAT HIJRAH
———————————
Hijrah merupakan kata yang sering kita dengar diera anak-anak zaman sekarang, mereka bilang “Gak Hijrah Gak Gaul”, namun kebanyakan mereka tidak tahu hakikat mereka berhijrah, mereka hanya ikut-ikutan tanpa diimbangi dengan pengetahuan yang sebenarnya.
 
Hijrah tidak bisa diartikan pindah saja, namun ada pengertian dan hakikat yang sebenarnya tentang hijrah, Rasulullah SAW bersabda :
 
“Sesungguhnya hijrah memiliki dua macam. Yang pertama engkau meninggalkan keburukan dan yang kedua engkau berhijrah menuju Allah dan Rasul-Nya. Hijrah tidak pernah terputus selama taubat masih diterima, dan taubat masih diterima selama matahari belum terbit dari barat.” (HR. Ahmad)
 
#Pertama
Hakikat hijrah itu adalah meninggalkan keburukan, atau sering disebut kebathilan. Dalam agama Islam disamping ada amar ma’ruf yakni memerintahkan kebaikan, ada pula nahi munkar, yakni mencegah manusia dari melakukan keburukan, tiada lain tujuannya supaya berlangsungnya kehidupan yang lebih baik, yang taat beragama pada Allah SWT.
 
#Kedua
Hakikat hijrah yang kedua adalah menuju Allah dan Rasul-Nya, dalam artian bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat. Mereka yang belum menuju jalan Allah adalah mereka yang belum yakin hari esoknya akan lebih baik, sehingga mereka lebih banyak melalaikan perintah Allah untuk memenuhi hasrat hawa nafsu dunianya, mereka takut kehilangan kenikmatan dunia yang akhirnya membawa mereka dalam kesulitan.
 
Padahal, jika kita ketahui hakikat Hijrah yang sebenarnya, Maka Allah SWT akan memberi kita lebih dari apa yang kita bayangkan.

۞ وَمَن يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِى ٱلْأَرْضِ مُرَٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِنۢ بَيْتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدْرِكْهُ ٱلْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Annisa : 100)
 
Bilal bin Rabbah merupakan salah seorang yang membuktikan ayat diatas, dia adalah seorang budak yang hiduonya terkungkung diketiak sang majikan. Namun dia mau berhijrah menuju Allah dan Rasul-Nya dan ternyata bumi ini tidak sesempit yang dibayangkannya. Ia tidak hanya ditolong oleh Sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq dengan dibebaskan dari perbudakan, tapi juga menjadi manusia terhormat dan tercatat dalam sejarah. Sehingga, umat islam sepanjang masa tidak akan pernah melupakannya.
Dipublikasi di KBM

DUA KENDALA BERKORBAN

up1

Tidak dapat dipungkiri sering kita dapati bila dijalan kebathilan, manusia tidak segan-segan berkorban dengan segala yang mereka miliki, tanpa rasa ragu. Berbanding terbalik dengan berkorban dijalan kebenaran, kadang manusia ragu dan merasa segan. Apa yang menyebabkan kita ragu?

#Pertama Terlalu Cinta Dunia
Pada dasarnya apapun yang ada didunia ini boleh dicintai oleh seorang Muslim seperti orang tua, istri, anak dan harta. Namun kecintaan pada semua itu tidak boleh melebihi kecintaan kepada Allah, Rasul-Nya dan Perjuangan dijalan Allah. Bila demikian, maka ia menjadi orang yang terlalu cinta dunia, sehingga menjadi kendala baginya untuk bisa berkorban.

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ

Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. Attaubah :24)

#Kedua Takut Kehilangan Kesenangan Hidup
Makan, minum, Liburan, Berhasrat seksual dsb merupakan beberapa kesenangan hidup dari banyak kesenangan-kesenangan hidup didunia ini. Perlu kita sadari bahwa kesenangan tersebut bersifat sebagai sesuatu yang sementara, semua pasti akan berakhir, dikarenakan keterbatasan manusia seperti sakit, tua dan meninggal dunia.

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.”

Sejarah mencatat begitu banyak sahabat Nabi yang rela berkorban untuk tegaknya kebenaran nilai-nilai Islam.

Hanzalah menemui ajalnya dimedan perang dan Rasulullah SAW mendapati jenazahnya sedang dikerumuni malaikat yang ternyata sedang memandikannya. Hal ini karena ia mati dalam keadaan junub setelah melakukan hubungan seksual dengan istrinya, karena memang ia pengantin yang baru saja melewati malam pertama. Begitulah contoh pengorbanan sahabat Nabi untuk tegaknya nilai-nilai islam.

Bagaimana dengan kita?
Sudah siapkah mengorbankan segala sesuatu yang kita miliki untuk Allah dan berjuang dijalan Allah?

Dipublikasi di KBM